Belajar dari Hewan (bagian 1)

//Belajar dari Hewan (bagian 1)

Belajar dari Hewan (bagian 1)

bonekaQu.com – Seberapa sering putra-putri Anda berinteraksi dengan hewan dalam kehidupan sehari-hari? Bukan hanya anjing atau kucing, tapi juga segudang satwa liar? Kemungkinannya, tidak terlalu sering. Ada yang suka menghabiskan hari-hari dengan dikelilingi binatang, namun jarang menjadi kenyataan bagi kebanyakan orang. Sebagian masyarakat telah memisahkan diri dari dunia hewan, membangun rumah dan pagar untuk menjaga margasatwa tetap jauh.

Kehidupan manusia telah mengembangkan budaya yang secara dominan memandang manusia sebagai “superior” bagi hewan dan sebagian masyarakat mengasosiasikan kualitas dan naluri liar mereka dengan “tidak beradab.”
Dengan boneka berbentuk binatang, kita dapat mengajari putra-putri untuk mengenal sifat manusiawi serta hal baik tentang kehidupan.
Pada bagian pertama ini kita akan mempelajari 4 yang bisa kita ajarkan pada putra-putri dari kehidupan binatang:

1. Welas asih
Makna dari ungkapan welas asih adalah berbelas kasih, bersependerita dan sepenanggungan pada semua mahkluk, tanpa harus ada hubungan darah, memberikan perhatian pada semua yang bernyawa.

Orang tua dapat mengajarkan perasaan welas asih ini dengan mengajak putra-putri memperhatikan bagaiamana seekor induk sapi memeliharakan anaknya. Bagaimana si induk sapi membersihkan tubuh anaknya, membantu makan dan sebagainya. Dari memperhatikan serta menjelaskan, sangat berkorelasi menimbulkan perasaan empati anak pada penderitaan orang lain, terutama yang lebih lemah daripada kita.
Dengan mengenalkan anak pada berbagai macam binatang, putra-putri kita akan lebih mengenal berbagai jenis mahluk hidup. Dan pengetahuan tersebut akan merangsang perasaan welas asih anak pada sesama walaupun satu sama lain berbeda.

2. Kesabaran
Manusia menghargai waktu sebanyak kita menghargai uang, tapi jarang untuk sesaat berhenti untuk berpikir bahwa kedua hal ini hanya ada karena kita setuju mereka melakukannya. Dunia alam tidak berjalan sesuai jadwal Anda yang ketat, namun sesuai dengan irama dan isyarat alami planet ini. Tidak ada binatang yang terburu-buru untuk melakukan apapun yang belum mereka lakukan …

Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya. Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan. Sabar juga sering dikaitkan dengan tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau seseorang.

Kita dapat mengajak putra-putri memperhatikan seekor kucing yang berhenti sementara waktu untuk menunggu hujan reda sebelum si kucing kembali bermain.

3. Menjalani hidup
Sementara hewan mungkin bisa mengantisipasi kebutuhan masa depan mereka, mereka tidak khawatir tentang masa depan secara sungguh-sungguh seperti manusia. Orang membuang begitu banyak waktu terobsesi dengan mengikuti “apa yang akan terjadi selanjutnya” yang kita benar-benar lupa nikmati sekarang.

Ambil contoh dari kucing Anda, ada saat-saat dimana ia bermain, mencari makan serta sejenak memanjakan diri dengan membersihkan kuku dan bulunya dengan santai. Kucing sedemikian menikmati kehidupan, hal ini mengajarkan hidup sederhana atau gaya hidup minimalis yang merujuk kepada sejumlah praktik sukarela untuk menyederhanakan hidup seseorang. Misalnya, memilih tinggal di rumah minimalis tindakan mengurangi jumlah dan jenis harta kepemilikan atau meningkatkan kemandirian.

Ciri gaya hidup ini ialah adanya perasaan puas dan cukup terhadap “apa yang dibutuhkan“, bukan “apa yang diinginkan“.

4. Kita semua terhubung
Ekosistem hanya berkembang bila ada keseimbangan. Itu berarti bahwa populasi satwa liar bermain satu sama lain untuk memastikan keberhasilan optimal mereka. Misalnya, jika populasi serigala meningkatkan daya dukung masa lalu maka akan menyebabkan populasi mangsa mereka turun drastis yang dapat mengubah vegetasi di wilayah ini. Sementara manusia melepaskan diri dari partisipasi langsung ini di ekosistem kita masing-masing, itu tidak berarti bahwa tindakan kita tidak mempengaruhi spesies lain.

Memperhatikan bagaimana binatang berinteraksi dengan hewan yg lain dan juga dengan lingkungan mengajarkan anak untuk memahami bahwa keberhasilan adalah bila manfaat atas keberadaan kita juga bermanfaat bagi yang lain dan lingkungan.

By | 2017-06-27T05:31:41+00:00 June 27th, 2017|Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment